ROUTER AND ROUTING
ROUTING
Assalamualaikum wr.wb
perkenalkan saya Asraf 2001092024 dari MI 1A, disini saya akan menjelaskan apa itu routing?, beserta bagian routing dan perbedaaanya.
Routing
adalah proses menentukan jalur yang akan dilalui oleh paket. Perangkat yang
melakukan routing adalah router.
Router
dikenal sebagai perangkat jaringan yang cerdas karena memiliki cpu dan memory
serta kemampuannya untuk menentukan jalur lewat paket serta mampu menghubungkan
beberapa jaringan komputer yang berbeda.
Dengan
routing, sebuah paket dapat keluar masuk ke jaringan lain secara bebas sesuai
dengan aturan yang ditetapkan. Routing dibedakan menjadi 3, yakni static
routing, default routing dan dynamic routing.
1. Static
Routing
Static
Routing adalah routing yang dilakukan secara manual. Setiap jaringan yang akan
dirouting harus dikonfigurasi satu persatu oleh administrator jaringan.
Kelebihan dari static routing adalah lebih aman serta tidak membutuhkan sumber
daya yang besar.
Sementara
kekurangannya adalah apabila terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka
administrator harus melakukan routing ulang sehingga sesuai dengan jaringan
yang baru.
Static
routing dikenal lebih aman karena pada static routing tidak ada update
informasi tabel routing yang dikirimkan ke router lain. Tabel routing adalah
kumpulan jalur routing yang telah dikonfigurasi. Informasi yang terdapat dalam
tabel routing antara lain :
- network destination (jaringan tujuan)
- subnet mask (subnet mask jaringan tujuan)
- gateway
Static
routing lebih cocok jika digunaan pada perusahan kecil, karena pada perusahaan
tersebut, jaringan yang digunakan tidak begitu besar dan kompleks.
Default
routing merupakan jenis routing yang menggunakan single router. Router yang
digunakan akan mengirim semua paket ke single router. Rute ini dipilih pada
proses routing saat tidak ada rute atau jalur lain yang tersedia untuk tujuan
dari sebuah alamat IP.
3. Dynamic Routing
Dynamic
Routing adalah routing yang berkerja menggunakan protokol routing dan memiliki
algoritma dalam menentukan jalur. Kelebihan dari dynamic routing adalah apabila
terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka protokol routing akan secara
otomatis melakukan routing ulang sehingga dapat menyesuaikan dengan keadaan
jaringan yang baru.
Sementara
kekurangannya adalah dynamic routing membutuhkan sumber daya jaringan yang
lebih besar (seperti CPU dan memory) sehingga performa jaringan dapat menurun.
Dynamic
routing menggunakan suatu protokol routing. Protokol tersebut akan menentukan
jalur - jalur yang akan dilewati paket, membuat tabel routing serta mengubah
tabel routing apabila terjadi perubahan pada jaringan. Dynamic routing cocok
digunakan untuk jaringan berskala menengah hingga besar karena pada jaringan
tersebut lalu lintas data begitu banyak dan kompleks.
Dynamic
routing didesain dengan menggunakan algoritma dan protokol routing untuk
menangani jalur - jalur pada perusahaan tersebut dan akan mengubah jalur secara
otomatis apabila terjadi perubahan.
Berikut adalah tabel yang akan membandingkan static routing dengan dynamic
routing :
|
Static Routing |
Dynamic Routing |
|
Tabel routing
dibuat dan dihapus secara manual oleh administrator |
Tabel routing
dibuat dan di hapus secara otomatis oleh protokol routing |
|
Perubahan
routing dilakukan secara manual |
Perubahan
routing dilakukan secara otomatis |
|
Tidak
menggunakan protokol routing |
Menggunakan
protokol routing |
|
Tidak
melakukan update tabel routing ke router – router lain |
Melakukan
update tabel routing secara periodik |
|
Lebih aman |
Kurang aman |
|
Tidak banyak
menggunakan seumber daya |
Lebih banyak
menggunakan sumber daya |
|
Cocok
digunakan untuk jaringan kecil hingga menengah |
Cocok
digunakan untuk jaringan menengah hingga besar |
Referensi :
https://www.diaryconfig.com/2016/01/pengertian-routing.html
https://www.teorikomputer.com/2012/11/pengertian-routing.html
http://staffnew.uny.ac.id/upload/198412092015041001/pendidikan/Modul%204%20Routing.pdf
Komentar
Posting Komentar